|
Pada tahun 2005 jenis dan luas penggunaan lahan di Kabupaten Ogan Ilir 65 % lebih sudah diusahakan. Usaha tanaman pangan dan hortikultura baru terbatas pada tanaman padi sawah lebak, dan beberapa tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan. Tanaman Padi Persawahan Lebak yang ada di Kabupaten Ogan Ilir dari luas potensi 67.139 ha pada tahun 2005, baru diusahakan seluas 44.390 ha (66,11%), sehingga masih dimungkinkan perluasan areal padi sawah lebak dan semi tadah hujan seluas 23.000 ha lebih. Pencetakan sawah baru sangat berpotensi di Kecamatan Indralaya dan Pemulutan (lahan irigasi Ogan-Keramasan 1 dan Ogan-Keramasan 2), serta lahan lebak Palas Muara Kuang yang sangat luas, yang dapat dikembangkan sampai 11.000 ha lebih. Produksi padi Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai 153.250 ton GKG atau 94.635 ton beras lebih, dapat memenuhi kebutuhan beras untuk konsumsi penduduk yang mencapai 52.371 ton tahun 2005 (penduduk Ogan Ilir tahun 2005 adalah 356.983 jiwa) sehingga Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mengalami surplus beras sebanyak 42.264 ton. Di antara berbagai jenis padi, yang cukup terkenal dari Ogan Ilir ialah padi pegagan. Dahulu beras pegagan sangat populer bagi masyarakat Sumatera Selatan bahkan sampai tempat lain di luar kawasan ini. Beras Pegagan merupakan beras asli Ogan Ilir. Aromanya yang khas, produksinya cukup tinggi, dan cocok tumbuh di sawah lebak di kawasan irigasi Ogan Keramasan dan beberapa kawasan lebak lainnya di Ogan Ilir Nenas Selain padi pegagan, Ogan Ilir terkenal pula dengan buah nenasnya. Kabupaten Ogan Ilir juga terkenal dengan Buah Nenas, yang merupakan tanaman khas bagi Peladang di desa-desa dalam kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Lubuk Keliat, Rambang Kuang dan kecamatan Muara Kuang. Nenas Ogan Ilir sangat populer dalam masyarakat Sumatera Selatan, dan di Pulau Jawa dikenal dengan kategori nenas Palembang, besama nenas yang berasal dari Muara Enim dan Kota Prabumulih. Buah Nenas masih dalam bentuk segar dipasarkan ke Jakarta, hanya sebagian kecil yang dijual ke Palembang dan pasar lokal. Areal tanaman Nenas di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai 2.950 ha dengan produksi mencapai 69.187 ton masih berpeluang untuk dikembangkan menjadi perkebunan besar dan industri pengolahan nenas, yaitu di kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Lubuk Keliat, Muara Kuang dan Kecamatan Rambang Kuang. Jagung Dalam kawasan agropolitan Indralaya dan kawasan transmigrasi Indralaya Utara, yang luasnya mencapai 30.000 Ha lebih mulai dikembangkan tanaman jagung, jeruk lemonty dan kedelai. Komoditi jagung berpeluang besar dikembangkan pada kawasan agropolitan Indralaya karena didukung teknologi agro techno park (ATP) dan adanya dua unit pabrik pengolahan jagung menjadi pakan ternak milik PT.Thamrin Brothers. Selain itu tanaman pineapple, belewah, cabe dan sayur lainnya juga dapat dikembangkan dikawasan ini. Jarak kawasan agropolitan Indralaya ke kota Palembang hanya 35 km, memper-mudah untuk pemasaran produk. Luas tanaman jagung tahun 2005 adalah 347 ha, dengan produksi 853 ton dirasakan masih perlu pengembangan mengingat masih tersedianya lahan yang cukup luas di daerah ini. Jeruk Jeruk manis jenis jeruk siam sangat potensial dan dapat dikembangkan lebih optimal terutama di sepanjang sungai Ogan meliputi kecamatan Muara Kuang, Tanjung Raja, Indralaya dan Rantau Alai. Luas tanam tahun 2005 adalah 1.067 ha dengan produksi 22.431 ton, selain dipasarkan dalam bentuk segar, juga dapat diolah menjadui sirup. Jeruk lemonty yang ada, juga sangat peluang untuk dikembangkan menjadi sentra produksi terutama di kawasan agropolitan Indralaya Utara dan kecamatan Rantau Alai. Saat ini produksi jeruk lemonty telah dipasarkan ke pulau Jawa terutama sebagai bahan baku shampoo. Pisang Tanaman pisang yang banyak tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai Ogan, antara lain jenis pisang ambon, pisang gadis, pisang kepok, pisang kapas, pisang gedah, dan pisang mas dengan sentra produksi di Kecamatan Tanjung Raja, Indralaya, Rantau Alai, Indralaya Selatan, dan Kecamatan Rantau Panjang. Kacang Tanah Walaupun luas tanah kacang tanah belum begitu luas, namun sangat berpotensi untuk dikembangkan di daerah ini. Hal ini didukung oleh cocoknya jenis tanah dan iklim serta petani sudah terbiasa menanam kacang tanah ini. Kacang tanah sangat dibutuhkan sebagai bahan baku industri kacang goreng seperti kacang garuda dan lain-lain. Kacang tanah juga banyak ditanam pada lahan lebak pematang pada saat awal musim kemarau bersamaan dengan penanaman tanaman padi sawah lebak. Luas tanam kacang tanah tahun 2005 baru mencapai 147 ha dengan produksi 253 ton.
|