Home arrow Tanaman Hortikultura  
 
Profil Bappeda
Visi dan Misi
Tupoksi
Struktur Organisasi
Pejabat dan Staff Bappeda
SEJARAH OGAN ILIR
Kondisi Alam
Penduduk
KESATUAN WILAYAH OI
TRADISI PEMERINTAHAN
Elit Marga
Relijiusitas Masyarakat
PETA 16 KECAMATAN
Peta Indralaya Selatan
Peta Indralaya
Peta Tanjung Raja
Peta Tanjung Batu
Peta Kandis
Peta Muara Kuang
Peta Rambang Kuang
Peta Sungai Pinang
Peta Pemulutan Barat
Peta pemulutan Selatan
Peta Rantau Alai
Peta Lubuk Keliat
PROFIL KECAMATAN
Indralaya Selatan
Indralaya
POTENSI DAERAH
Penggunaan Lahan
Tanaman Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan
Perindustrian & Perdagangan
Pertambangan dan Energi
Pendapatan Masyarakat
Perekonomian Makro
Pariwisata, Seni & Budaya
Special Content
 
 
 
 
Tanaman Pangan dan Hortikultura PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 13 August 2007

Pada tahun 2005 jenis dan luas penggunaan lahan di Kabupaten Ogan Ilir 65 % lebih sudah diusahakan.  Usaha tanaman pangan dan hortikultura baru terbatas pada tanaman padi sawah lebak, dan beberapa tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.

Tanaman Padi
Persawahan Lebak yang ada di Kabupaten Ogan Ilir dari luas potensi 67.139 ha  pada tahun 2005, baru diusahakan seluas 44.390 ha (66,11%), sehingga masih dimungkinkan perluasan areal padi sawah lebak dan semi tadah hujan seluas 23.000 ha lebih. Pencetakan sawah baru sangat berpotensi di Kecamatan Indralaya dan Pemulutan (lahan irigasi Ogan-Keramasan 1 dan Ogan-Keramasan 2), serta  lahan lebak Palas Muara Kuang yang sangat luas, yang dapat dikembangkan sampai 11.000 ha lebih. Produksi padi Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai 153.250 ton GKG atau 94.635 ton beras lebih, dapat memenuhi kebutuhan beras untuk konsumsi penduduk yang mencapai 52.371 ton tahun 2005 (penduduk Ogan Ilir tahun 2005 adalah 356.983 jiwa) sehingga Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mengalami surplus  beras sebanyak 42.264 ton.

Di antara berbagai jenis padi, yang cukup terkenal dari Ogan Ilir ialah padi pegagan. Dahulu beras pegagan sangat populer bagi masyarakat Sumatera Selatan bahkan sampai tempat lain di luar kawasan ini. Beras Pegagan merupakan beras asli Ogan Ilir. Aromanya yang khas, produksinya cukup tinggi, dan cocok tumbuh di sawah lebak di kawasan irigasi Ogan Keramasan dan beberapa kawasan lebak lainnya di Ogan Ilir

Nenas
Selain padi pegagan, Ogan Ilir terkenal pula dengan buah nenasnya. Kabupaten Ogan Ilir juga terkenal dengan Buah Nenas, yang merupakan tanaman khas bagi Peladang di desa-desa dalam kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Lubuk Keliat, Rambang Kuang dan kecamatan Muara Kuang. Nenas Ogan Ilir sangat populer dalam masyarakat Sumatera Selatan, dan di Pulau Jawa dikenal dengan kategori nenas Palembang, besama nenas yang berasal dari Muara Enim dan Kota Prabumulih.  

Buah Nenas masih dalam bentuk segar dipasarkan ke Jakarta,  hanya sebagian kecil yang dijual ke Palembang dan pasar lokal. Areal tanaman Nenas di Kabupaten Ogan Ilir tahun 2005 mencapai 2.950 ha dengan produksi mencapai 69.187 ton masih berpeluang untuk dikembangkan menjadi perkebunan besar dan industri pengolahan nenas, yaitu di kecamatan Tanjung Batu, Payaraman, Lubuk Keliat, Muara Kuang dan Kecamatan Rambang Kuang.

Jagung
Dalam kawasan agropolitan Indralaya dan kawasan transmigrasi Indralaya Utara, yang luasnya mencapai 30.000 Ha lebih mulai dikembangkan tanaman jagung, jeruk  lemonty dan kedelai.  Komoditi jagung berpeluang besar dikembangkan pada kawasan agropolitan Indralaya   karena  didukung teknologi agro techno park (ATP) dan adanya dua unit pabrik pengolahan jagung menjadi pakan ternak milik PT.Thamrin Brothers.
Selain itu  tanaman  pineapple, belewah,  cabe  dan  sayur lainnya juga dapat dikembangkan dikawasan ini. Jarak kawasan agropolitan Indralaya ke kota Palembang hanya 35 km, memper-mudah untuk pemasaran produk. Luas tanaman jagung tahun 2005 adalah 347 ha, dengan produksi 853 ton dirasakan masih perlu pengembangan mengingat masih tersedianya lahan yang cukup luas di daerah ini.

Jeruk
Jeruk manis jenis jeruk siam sangat potensial dan dapat dikembangkan lebih optimal terutama di sepanjang sungai Ogan  meliputi kecamatan Muara Kuang, Tanjung Raja, Indralaya dan Rantau Alai. Luas tanam tahun 2005 adalah 1.067 ha dengan produksi 22.431 ton, selain dipasarkan dalam bentuk segar, juga dapat diolah menjadui sirup.  Jeruk lemonty yang ada, juga sangat peluang untuk dikembangkan menjadi sentra produksi terutama di kawasan agropolitan Indralaya Utara dan kecamatan Rantau Alai. Saat ini produksi jeruk lemonty telah dipasarkan ke pulau Jawa terutama sebagai bahan baku shampoo.

Pisang
Tanaman pisang yang banyak tumbuh dan berkembang di sepanjang sungai Ogan, antara lain jenis pisang ambon, pisang  gadis, pisang kepok, pisang kapas, pisang gedah, dan pisang mas dengan sentra produksi di Kecamatan Tanjung Raja, Indralaya, Rantau Alai, Indralaya Selatan, dan Kecamatan Rantau Panjang.

Kacang Tanah
Walaupun luas tanah kacang tanah belum begitu luas, namun sangat berpotensi untuk dikembangkan di daerah ini. Hal ini didukung oleh cocoknya jenis tanah dan iklim serta petani sudah terbiasa menanam kacang tanah ini. Kacang tanah sangat dibutuhkan sebagai bahan baku industri kacang goreng seperti kacang garuda dan lain-lain.  Kacang tanah juga banyak ditanam pada lahan lebak pematang pada saat awal musim kemarau bersamaan dengan penanaman tanaman padi sawah lebak. Luas tanam kacang tanah tahun 2005 baru mencapai 147 ha dengan produksi 253 ton.

Last Updated ( Monday, 13 August 2007 )
 
 
 
GALERI FOTO
Knock Down
bank
Kesehatan
Kesenian
Pasar
pemerintah
Pendidikan
Perkebunan & Ternak
Perusahaan
Rumah Makan
SPBU
Foto from VCD
 
 
Copyright @ 2007 by Bappeda Ogan Ilir
Email : webmaster@oganilirkab.go.id | bappeda@oganilirkab.go.id