Home arrow KESATUAN WILAYAH OI  
 
Profil Bappeda
Visi dan Misi
Tupoksi
Struktur Organisasi
Pejabat dan Staff Bappeda
SEJARAH OGAN ILIR
Kondisi Alam
Penduduk
KESATUAN WILAYAH OI
TRADISI PEMERINTAHAN
Elit Marga
Relijiusitas Masyarakat
PETA 16 KECAMATAN
Peta Indralaya Selatan
Peta Indralaya
Peta Tanjung Raja
Peta Tanjung Batu
Peta Kandis
Peta Muara Kuang
Peta Rambang Kuang
Peta Sungai Pinang
Peta Pemulutan Barat
Peta pemulutan Selatan
Peta Rantau Alai
Peta Lubuk Keliat
PROFIL KECAMATAN
Indralaya Selatan
Indralaya
POTENSI DAERAH
Penggunaan Lahan
Tanaman Hortikultura
Perkebunan
Peternakan
Perikanan
Perindustrian & Perdagangan
Pertambangan dan Energi
Pendapatan Masyarakat
Perekonomian Makro
Pariwisata, Seni & Budaya
Special Content
 
 
 
 
KESATUAN WILAYAH OI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Sunday, 12 August 2007
Article Index
KESATUAN WILAYAH OI
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8

Nama Ogan Ilir sebagai identifikasi bagi suatu kesatuan wilayah dipergunakan sejak masa sebelum kemerdekaan. Paling tidak, pada abad ke-19 pada masa kolonial Belanda, identifikasi ini telah diterapkan dalam pengertian teritorial dan administratif. Dalam Regeering Almanak yang diterbitkan Belanda pada tahun 1870, Ogan Ilir  dan Belida merupakan zona ekonomi afdeeling yang langsung berada di bawah Karesidenan Palembang. Pada waktu itu, dalam karesidenan Palembang terdapat sembilan afdeeling.  Kesembilan afdeeling itu ialah:
1.    Palembang
2.    Tebingtinggi
3.    Lematang Ulu dan Lematang Ilir
4.     Komering Ulu, Ogan Ulu dan Enim
5.    Rawas
6.    Musi Ilir
7.    Ogan Ilir dan Belida
8.    Komering Ilir
9.    Iliran dan Banyuasin



Last Updated ( Sunday, 12 August 2007 )
 
 
 
GALERI FOTO
Knock Down
bank
Kesehatan
Kesenian
Pasar
pemerintah
Pendidikan
Perkebunan & Ternak
Perusahaan
Rumah Makan
SPBU
Foto from VCD
 
 
Copyright @ 2007 by Bappeda Ogan Ilir
Email : webmaster@oganilirkab.go.id | bappeda@oganilirkab.go.id