Thursday, January 21, 2021

  Hari/ Tanggal                 Kamis/ 14 Januari 2021

Pukul                             14.00 WIB s.d. selesai

Tempat                           : Ruang Rapat Bupati Ogan Ilir

Acara                             : Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM-2)

                                        Pembangunan Duplikasi Jembatan Air Ogan III

Pimpinan rapat               : Asisten II Setda Kab. Ogan Ilir

Peserta rapat                  :  1.  Asisten I Setda Kab. Ogan Ilir

   2.    Perwakilan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang         Provinsi Sumatera Selatan

   3.    Perwakilan BBPJN V (PPK Pembangunan Duplikasi       Jembatan Air Ogan III)

   4.    Konsultan PPC 5 (JV of WAPCOS Ltd.)

   5.    Perwakilan Dinas PUPR Kab. Ogan Ilir

   6.    Perwakilan Dinas Perumahan dan Kawasan                   Permukiman Kab. Ogan Ilir

   7.    Perwakilan Dinas LH dan Pertanahan Kab. Ogan Ilir

   8.    Kepala Bagian Tata Pemerintahan dan Kerjasama         Setda Kab. Ogan Ilir

   9.    Perwakilan ATR/ BPN Kanwil Kab. Ogan Ilir

   10. Kepala Desa Babatan Saudagar

   11. Kepala Desa Pegayut

   12. Perwakilan warga terdampak rencana pembangunan      duplikasi Jembatan Air Ogan III

 

I. Alur acara PKM 2 :

1)  Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM-2) dibuka oleh Bpk. Muhsin Abdullah selaku Asisten II Setda Kab. Ogan Ilir pada pukul 14.20 WIB. Disampaikan bahwa PKM-2 merupakan rangkaian dari proses penyusunan dokumen LARP yang bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa dan warga yang terdampak akibat pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III yang akan diisi dengan pemaparan perencanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali serta analisa hasil survey sosial ekonomi.

Disampaikan juga bahwa tujuan pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III adalah untuk mendukung konektivitas antar kota/kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan dan untuk mengantisipasi timbulnya kemacetan akibat tingginya volume lalu lintas harian terutama dengan dibangunnya beberapa infrastruktur jalan tol yaitu tol Palembang-Indralaya, tol Palembang-Kayuagung, dan tol Palembang-Betung.

 

2)    Selanjutnya adalah paparan oleh Bpk. Arie Hariadi selaku perwakilan konsultan PPC 5 mengenai perencanaan pengadaan tanah dan pemukiman kembali warga terdampak rencana pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III serta analisa hasil survey sosial ekonomi yang telah dilakukan. Disampaikan bahwa PKM 2 ini bertujuan mengkomunikasikan dan mengkonfirmasi hasil temuan survey pada masyarakat serta gambaran tindak lanjutnya. PKM 2 juga memberikan kesempatan bagi warga terkena dampak untuk mengkonfirmasi atau mengklarifikasi terkait luasan tanah dan aset-aset yang dimiliki oleh mereka.

Gambaran umum hasil survey tim LARP antara lain : (1) Lokasi pekerjaan Jembatan Air Ogan III berada di 2 lokasi Desa yaitu Babatan Saudagar dan Desa Pegayut, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir. (2) Rumah Masyarakat berada 200 meter dari tepi sungai Ogan; (3) Aktivitas keseharian warga merupakan buruh, petani dan ibu rumah tangga sebagian buka warung dan buruh kupas kelapa; (4) Hasil identifikasi tim survey untuk questioner SES & IOL, warga terdapak project di Desa Babatan Saudagar berjumlah: 18 WTP sedangkan Desa Pagayut: 13 WTP keseluruhan berjumlah:31 WTP.

 

3)    Acara PKM 2 dilanjutkan dengan sesi tanggapan dan tanya jawab :

-      Tanggapan dari Asisten II Setda Kab. Ogan Ilir (Bpk. Muhsin Abdullah) :

PKM 2 yang merupakan bagian dari penyusunan dokumen LARP ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah desa dan warga yang terdampak akibat pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III, terutama penyampaian hasil analisa oleh konsultan. Pada dasarnya Pemerintah Daerah Kab. Ogan Ilir mendukung penuh atas rencana pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III di Provinsi Sumatera Selatan, yaitu di Desa Babatan Saudagar dan Pegayut Kecamatan Pemulutan Kab. Ogan Ilir.

Untuk warga terdampak pembangunan proyek, perlakuannya tentu tidak sama dengan kasus ganti rugi pembangunan jalan tol karena ini berbeda kasus dimana lahan yang ditempati warga terdampak bukan hak milik warga melainkan lahan aset negara.

-      Tanggapan dari Asisten I Setda Kab. Ogan Ilir (Bpk. Rahman Rosyidi) :

Diharapkan kepada pemerintah desa dan warga terdampak untuk saling mendukung dan menjaga, jangan ada provokasi, dan jangan ada penumpang gelap. Seperti yang telah dijelaskan oleh Asisten II, tentu perlakuan ganti rugi dalam kasus ini tidak sama dengan ganti rugi jalan tol, dimana kemungkinan ganti rugi disini bersifat kerohiman.

Kepada PPK BBPJN V, diharapkan saat pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III nanti tidak mengganggu lalu lintas, harus ada analisis dampak lalu lintas. Untuk OPD dilingkungan Pemda Kab. Ogan Ilir diharapkan untuk saling menyeleraskan program kegiatan di kawasan tersebut, terutama kepada BAPPEDA Kab. Ogan Ilir.

-      Tanggapan dari PPK pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III Provinsi Sumatera Selatan (Bpk. Amriyan Sunanto) :

Dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI melalui BBPJN V berkomitmen meningkatkan konektivitas dengan menambah kapasitas jalan dan jembatan. Semenjak adanya exit tol di kawasan tersebut, traffic mulai tinggi sehingga ada usulan dari BBPJN V untuk pembangunan duplikasi jembatan.

Sebagai informasi bahwa pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III membutuhkan dokumen penunjang, dokumen DED sudah ada, sementara dokumen LARP dan AMDAL sedang dalam tahap penyusunan yang merupakan bagian dari RC. Dimohonkan bantuan kepada pemerintah daerah Kab. Ogan Ilir untuk dapat mendukung pelaksanaan pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III di Provinsi Sumatera Selatan ini. Kemungkinan penganggaran kegiatan tersebut ada di tahun 2022.

-      Tanggapan dari Asisten II Setda Kab. Ogan Ilir (Bpk. Muhsin Abdullah) :

Pemerintah daerah Kab. Ogan Ilir pernah menangani perpaduan program proyek pusat dan daerah seperti pembangunan flyover simpang empat keramasan, dimana warga terdampak proyek mendapat gant rugi dari Balai yang bersifat kerohiman.

Untuk APBD 2021, Pemerintah daerah Kab. Ogan Ilir telah ketuk palu, sehingga tidak ada alokasi anggaran untuk kerohiman. Diharapkan kepada BBPJN V untuk menganggarkan ganti rugi yang bersifat kerohiman bagi warga terdampak, namun tetap menunggu hasil dari Tim Terpadu yang dibentuk oleh Gubernur.

-      Tanggapan dari perwakilan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan (Ibu Yossy Marissa) :

Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan sudah berkoordinasi dengan konsultan PPC 5. Menurut informasi bahwa pada sekitar tahun 1997 ada pembebasan lahan dengan APBD untuk pembangunan jalan lingkar selatan dan Jembatan Air Ogan III, namun sertifikat belum ditemukan/ masih ditelusuri.

Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan mendukung pelaksanaan pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III di Provinsi Sumatera Selatan ini. Dari sisi anggaran, Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan bisa diikutsertakan, tentunya akan dilaporkan dahulu ke pimpinan.

-      Tanggapan dari Kades Pegayut (A. Syamsul) :

Warga terdampak rencana pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III dari Desa Pegayut semuanya mengakui bahwa warga desa menumpang di lokasi pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III.

-      Tanggapan dari Kades Babatan Saudagar (M. Syaiful) :

Pemerintah desa dan warga Desa Babatan Saudagar mendukung kegiatan ini. Ucapan terima kasih oleh pemerintah desa dan warga kepada konsultan yang sudah berkoordinasi dengan 18 warga terdampak. Warga terdampak secara sadar telah menumpang dilahan proyek semenjak tahun 1997. Adanya dampak sosial, mohon pemerintah untuk dapat mempertimbangkan.

-      Tanggapan dari konsultan PPC 5 (Bpk. Nanang Hanafiah) :

Konsultan telah berkoordinasi dengan banyak stakeholder pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III di Provinsi Sumatera Selatan. Kesulitan dalam penyusunan dokumen LARP untuk sementara ini adalah bukti kepemilikan lahan belum didapatkan.

-      Tanggapan dari Asisten I Setda Kab. Ogan Ilir (Bpk. Rahman Rosyidi) :

Telusuri berkas aset ke Kemenkeu RI, BPN OKI, dan Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan (Kimpraswil). Dokumen tersebut sangat perlu untuk ditemukan.

-      Tanggapan dari perwakilan BAPPEDA Kab. Ogan Ilir (Ibu Yusriyani Emiyati) :

Nantinya pihak BBPJN V akan melaporkan hasil kajian dokumen LARP kepada Gubernur Sumatera Selatan. Gubernur akan membentuk Tim Terpadu yang terdiri dari beberapa stakeholder. Terkait pendanaan/kompensasi yang diperlukan dalam pelaksanaan dampak sosial kemasyarakatan akan dibahas lebih lanjut oleh Tim Terpadu. Kita kabupaten menunggu keputusan gubernur terkait anggaran.

 

4)    Acara ditutup oleh Asisten II Setda Kab. Ogan Ilir pada pukul 16.00 WIB.

 

II. Hasil PKM 2 :

1.    Peserta PKM 2 memahami rencana Pembangunan Duplikasi Jembatan Air Ogan III Provinsi Sumatera Selatan, yang berlokasi di Desa Babatan Saudagar dan Pegayut Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir.

2.    Semua stakeholder baik pusat maupun daerah mendukung penuh atas rencanaPembangunan Duplikasi Jembatan Air Ogan III Provinsi Sumatera Selatan.

3.    Warga terdampak rencana pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III dari Desa Babatan Saudagar dan Pegayut Kecamatan Pemulutan mengklarifikasi bahwa mereka telah menumpang di lokasi pembangunan duplikasi Jembatan Air Ogan III dan siap jika akan direlokasi. Hasil identifikasi tim survey bahwa warga terdapak proyek di Desa Babatan Saudagar berjumlah 18 WTP sedangkan Desa Pagayut 13 WTP. Total keseluruhan berjumlah 31 WTP.

4.    Perlu dilakukan inventarisasi berkas aset lahan di lokasi rencana Pembangunan Duplikasi Jembatan Air Ogan III.

5.    Diharapkan kepada BBPJN V untuk menganggarkan ganti rugi yang bersifat kerohiman bagi warga terdampak yang mengacu pada Perpres RI No.62 tahun 2018, pasal1 ayat 3 mengenai Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan. Namun tentunya tetap menunggu hasil dari Tim Terpadu yang dibentuk oleh Gubernur.

                  

                                                                   

                                                                   Indralaya, 14 Januari 2021

                                                                   Notulis,

 

 

 

                                                                   MELA RADIANI, S.T, M.T        

                      


FOTO KEGIATAN

Hari/ Tanggal                 Kamis/ 14 Januari 2021

Pukul                             :14.00 WIB s.d. selesai

Tempat                           : Ruang Rapat Bupati Ogan Ilir

Acara                             : Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM-2)

                                        Pembangunan Duplikasi Jembatan Air Ogan Ilir









0 comments:

Post a Comment